Santri Ihya Ulumuddin Pembuatan Sumur Resapan Drainase Pemukiman Kalimantan

Kondisi cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di kawasan Kalimantan sering kali menyebabkan terjadinya genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat pemukiman. Kurangnya saluran penampungan air yang memadai membuat debit air hujan tertahan di permukaan tanah dalam waktu yang cukup lama. Menjawab persoalan lingkungan tersebut, keterlibatan aktif santri Ihya Ulumuddin dalam pembuatan sumur resapan drainase menjadi solusi terapan yang sangat bermanfaat bagi warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mempercepat proses penyerapan air ke dalam tanah serta menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

Para santri secara bergotong royong menggali lubang resapan di titik-titik rawan genangan sekitar kawasan pemukiman warga dan lingkungan pesantren. Sumur resapan tersebut dilengkapi dengan lapisan batu koral dan ijuk untuk menyaring air sebelum masuk kembali ke dalam akuifer tanah. Selama proses pengerjaan fisik di lapangan, para santri memanfaatkan lampu cangkul baterai isi ulang sebagai sarana penerangan darurat saat harus bekerja hingga malam hari. Inovasi peralatan sederhana ini sangat membantu kelancaran pengerjaan fasilitas drainase desa.

Pembuatan sumur resapan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali genangan air hujan, tetapi juga sebagai cadangan air bersih saat musim kemarau tiba. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran air turut disampaikan para santri kepada warga setempat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat mengapresiasi tinggi inisiatif para santri yang peduli terhadap permasalahan lingkungan dan keselamatan wilayah dari ancaman banjir. Gotong royong antara santri dan warga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya penataan lingkungan.

Pelatihan keterampilan teknik lingkungan bagi para santri di pondok pesantren terbukti memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan. Santri tidak hanya dibekali ilmu keagamaan yang mendalam, tetapi juga kepekaan sosial dan keterampilan praktis untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Pengalaman lapangan ini membentuk karakter santri yang mandiri, responsif, dan mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya. Nilai-nilai pengabdian ini menjadi bukti bahwa pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan warga.

Keberlanjutan program penataan drainase pemukiman ini memerlukan dukungan pemeliharaan secara berkala dari seluruh warga yang bermukim di kawasan tersebut. Kehadiran sumur resapan diharapkan dapat menjadi model penanganan banjir sederhana yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kalimantan. Melalui kerja sama yang erat antara lembaga pendidikan Islam dan masyarakat, lingkungan pemukiman yang bersih, aman, dan sehat dapat terwujud. Mari kita terus rawat fasilitas ekologis ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama.