Fokus utama dari perbaikan ini terletak pada optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam ruang kelas utama. Sebelumnya, ruangan yang cenderung gelap dan pengap seringkali membuat para santri merasa cepat lelah dan mengantuk saat pengajian berlangsung dalam durasi lama. Dengan pemasangan jendela yang lebih besar dan penggunaan material plafon yang mampu meredam panas, suhu di dalam ruangan kini tetap sejuk meski di siang hari yang terik. Kondisi ini sangat krusial agar kegiatan belajar makin nyaman, di mana konsentrasi santri tidak lagi terpecah oleh rasa gerah atau sirkulasi udara yang buruk.
Selain aspek kenyamanan termal, Ponpes Ihya Ulumuddin juga melakukan pembaruan pada elemen akustik ruangan. Dinding-dinding kelas kini dilapisi dengan bahan yang mampu meminimalisir gema, sehingga suara ustadz saat memberikan penjelasan dapat terdengar dengan sangat jernih hingga ke baris paling belakang. Perubahan ini membawa dampak signifikan pada efektivitas metode sorogan dan bandongan yang menjadi ciri khas pesantren. Santri kini dapat menyimak setiap makhraj dan intonasi penjelasan dengan lebih presisi, yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Arab dan ilmu tajwid yang membutuhkan ketelitian pendengaran tinggi.
Penataan desain interior kelas juga dibuat lebih segar dengan penggunaan warna-warna netral yang menenangkan mata. Meja dan kursi belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan kini diganti dengan furnitur ergonomis yang mendukung posisi duduk tegak, mencegah kelelahan punggung bagi santri yang harus duduk berjam-jam. Langkah ini membuktikan bahwa Ponpes tradisional pun dapat mengadopsi standar fasilitas modern tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur kesederhanaan. Lingkungan yang tertata rapi secara psikologis menanamkan rasa disiplin dan rasa hormat santri terhadap tempat mereka menimba ilmu pengetahuan.
Investasi pada infrastruktur di Ihya Ulumuddin ini diharapkan dapat memacu semangat para santri untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di bidang agama maupun sains. Ruang kelas yang representatif adalah bentuk penghargaan lembaga terhadap perjuangan para santri yang datang dari berbagai daerah. Ketika fasilitas pendukung sudah mumpuni, tantangan berikutnya ada pada semangat belajar yang harus terus dikobarkan. Melalui ruang kelas yang baru direnovasi ini, pesantren siap mencetak generasi ulama yang intelek dan berwawasan luas, lahir dari rahim pendidikan yang sangat memperhatikan kenyamanan dan martabat kemanusiaan.