Pemenuhan kebutuhan air bersih yang layak menjadi syarat mutlak dalam mendukung pola hidup sehat bagi para penghuni pondok pesantren. Melanjutkan program sanitasi lingkungan yang mencakup penyaluran alat filtrasi air di wilayah Kalimantan, bantuan sarana pembersihan air kembali disalurkan. Pengurus lembaga menginstalasi fasilitas pengolahan air berbasis karbon aktif guna menyaring kotoran dan bau pada pasokan air sumur kompleks asrama santri.
Penggunaan teknologi penjernih air berkarbon aktif sangat efektif dalam menyerap zat organik, menghilangkan warna keruh, serta meredam bau kaporit yang menyengat. Sebelum sistem filter ini dipasang, santri sering mengeluhkan kualitas air yang kadang berbau tanah dan memicu gatal pada kulit. Dengan adanya media filtrasi bertingkat, air yang dialirkan ke tempat wudu dan kamar mandi menjadi jauh lebih jernih dan segar. Kualitas sanitasi lingkungan pesantren meningkat drastis.
Proses instalasi alat penapis air ini melibatkan partisipasi aktif para santri senior sebagai sarana pembelajaran teknologi tepat guna. Mereka diajarkan cara melakukan perawatan berkala, seperti pencucian balik media filter dan penggantian karbon aktif jika daya serapnya menurun. Pemahaman teknis ini memastikan keberlanjutan operasional alat penjernih tanpa tergantung penuh pada teknisi luar. Santri mendapatkan keterampilan praktis mengenai pengelolaan fasilitas sanitasi air.
Dampak positif dari tersedianya air jernih langsung dirasakan pada penurunan angka keluhan penyakit kulit dan gangguan pencernaan di kalangan santri. Aktivitas ibadah harian, bersuci, dan pembersihan lingkungan pondok dapat berjalan dengan lebih nyaman dan khusyuk. Penghematan biaya pembelian air bersih kemasan juga dapat dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan santri lainnya. Kesehatan fisik yang terjaga mendukung konsentrasi belajar para santri.
Pihak pengelola Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin menyampaikan rasa syukur mendalam atas bantuan teknologi air bersih yang sangat bermanfaat bagi komunitas mereka. Dukungan dari para donatur dan lembaga sosial ini dinilai tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan mendasar sarana santri di Kalimantan. Lingkungan pesantren kini menjadi lebih asri, bersih, dan memenuhi standar kesehatan pemukiman. Sinergi kepedulian sosial terus dipupuk.
Keberhasilan penyediaan fasilitas pengolahan air bersih ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai unit lembaga pendidikan keagamaan lainnya di daerah. Akses terhadap air bersih yang memadai merupakan modal utama dalam menciptakan generasi santri yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat. Komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan asrama akan terus dipertahankan demi kesejahteraan bersama.