Ponpes Ihya Ulumuddin menawarkan program unggulan untuk Mempelajari dan Menguasai Qira’ah Sab’ah (Tujuh Macam Bacaan Al-Qur’an). Program ini dirancang sistematis untuk melahirkan qari dan qari’ah yang mutqin. Keunggulan program terletak pada integrasi sanad yang bersambung dengan metode talaqqi dan musyafahah yang ketat.
Seleksi dan Tingkatan Awal Santri
Tahap awal dimulai dengan seleksi santri yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz. Santri akan diuji kemampuan tajwid dasar dan fashahah (kefasihan) bacaan. Persiapan yang matang ini penting sebelum Mempelajari dan Menguasai ilmu Qira’ah yang lebih kompleks dan mendalam.
Mempelajari dan Menguasai Ushul Qira’ah
Fokus utama adalah Mempelajari dan Menguasai Ushul Qira’ah, yaitu kaidah dasar dari masing-masing imam (Nafi’, Ibnu Katsir, Abu Amr, Ibnu ‘Amir, Ashim, Hamzah, dan Al-Kisa’i). Santri mempelajari perbedaan mendasar dalam mad, hamzah, idzhar, dan idgham. Pemahaman kaidah yang kuat adalah kunci.
Metode Talaqqi dan Musyafahah
Ponpes Ihya Ulumuddin menerapkan metode talaqqi (langsung berhadapan dengan guru) dan musyafahah (belajar dari mulut ke mulut). Setiap harf (huruf) dibaca dan disetorkan kepada Syaikh atau Ustadz yang bersanad. Proses ini memastikan bacaan santri sesuai dengan riwayat yang sahih.
Latihan Tatbiq (Penerapan) Intensif
Setelah menguasai teori Ushul, santri memasuki tahap Tatbiq atau penerapan. Mereka melatih membaca seluruh mushaf Al-Qur’an dengan tujuh riwayat secara bergantian. Latihan intensif ini bertujuan untuk membuat bacaan menjadi refleks dan terbiasa.
Program Tahfiz Qira’ah Sab’ah
Program unggulan ini juga mencakup Tahfiz Qira’ah Sab’ah, yaitu menghafal bacaan dengan seluruh riwayat yang dipelajari. Hafalan ini memastikan kekokohan ingatan dan otoritas santri dalam Qira’ah. Hafalan yang mutqin adalah syarat utama untuk mendapatkan sanad.
Kajian Kitab Dasar dan Rasm
Santri juga diwajibkan Mempelajari dan Menguasai kitab-kitab induk Qira’ah seperti Syatibiyyah dan Durrah. Selain itu, mereka mempelajari Rasm Utsmani (penulisan Al-Qur’an) untuk memahami dasar perbedaan bacaan. Pengetahuan ini melengkapi ilmu riwayat mereka.
Ujian Sanad dan Ijazah
Tahap akhir adalah ujian sanad di hadapan dewan Syaikh. Santri yang lulus akan mendapatkan Ijazah (otorisasi) yang menunjukkan sanad bacaan mereka bersambung hingga Rasulullah SAW. Ijazah adalah bukti kompetensi dan keabsahan bacaan.
Kontribusi Santri kepada Umat
Lulusan program Mempelajari dan Menguasai Qira’ah Sab’ah diharapkan dapat berkontribusi sebagai pengajar, imam, dan qari yang menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Mereka menjadi duta ilmu Qira’ah yang diakui.