Kajian mendalam kaidah ilmu mantiq (logika Islam) lanjutan menjadi kurikulum utama dalam mengasah ketajaman penalaran hukum para santri. Pemahaman akan kaidah silogisme (qiyas), penyusunan premis, hingga pengidentifikasian analogi hukum yang sah sangat dibutuhkan saat santri bedah masalah-masalah fiqih kontemporer. Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin berkomitmen melahirkan generasi muallim yang berpikir kritis dan sistematis.
Kajian mendalam kaidah ilmu mantiq melatih para santri untuk tidak hanya menghafal teks-teks hukum, melainkan memahami argumentasi mendasar (illat hukum) di balik suatu penetapan fatwa. Melalui penelusuran kaidah logika klasik, santri diajak untuk dapat membedakan mana penalaran yang shahih (valid) dan mana penalaran yang jahil (salah). Kemampuan berpikir tertata ini menjadi benteng utama dari pemahaman agama yang dangkal.
Dalam kelas-kelas diskusi muqaranah (perbandingan), para santri diajarkan menerapkan instrumen mantiq untuk menguji argumentasi para ulama mazhab. Proses dialektika ini membangun rasa hormat terhadap perbedaan pendapat sekaligus memperkokoh kedalaman ijtihad akademis di lingkungan pesantren. Penguasaan mantiq secara matang menjadikan santri siap menjawab tantangan pemikiran di era modern.
Ketajaman logika penalaran hukum mantiq tentu membutuhkan landasan pemahaman tata bahasa Arab yang sangat kuat agar tidak terjadi salah tafsir atas teks-teks arab gundul (kitab kuning).
Untuk mendukung kelancaran pembedahan teks klasik, program ini disandingkan dengan pembelajaran intensif tata bahasa Arab melalui penguasaan Kitab Al-Ajurrumiyyah. Penguasaan tata bahasa nahwu yang mendasar menjamin ketepatan santri dalam membaca harakat dan struktur kalimat kitab turots. Perpaduan ilmu nahwu dan mantiq melahirkan kapasitas keilmuan Islam yang mutawattir dan kokoh.
Penggemblengan ilmu logika Islam dan tata bahasa Arab merupakan pilar keunggulan pendidikan pesantren dalam menjaga kemurnian tradisi keilmuan Islam. Ketekunan santri dalam menuntut ilmu turots akan menjadi peneral terang bagi masyarakat luas. Mari dukung terus tradisi literasi dan penalaran kritis santri demi kemajuan peradaban umat.